Postingan

Ketika lomba hiburan membuat hati resah

Ketika Lomba Hiburan Membuat Hati Resah Ada fenomena yang akhir-akhir ini mungkin terlihat sederhana: lomba dibuat semakin seru, lucu, dan mengundang tawa. Peserta diminta mengenakan pakaian yang menyerupai lawan jenis, misalnya laki-laki memakai daster, dihias menyerupai perempuan, kemudian mengikuti permainan dengan mata tertutup. Sebagian mungkin menganggapnya hanya hiburan. “Namanya juga lomba, yang penting seru-seruan.” Namun, sebagai seorang Muslim, ada baiknya kita berhenti sejenak dan bertanya kepada hati: apakah semua yang membuat kita tertawa dan ramai-ramai itu otomatis baik dan pantas dilakukan? Islam mengajarkan bahwa hiburan bukan sesuatu yang harus dihapus. Kita boleh bergembira, bercanda, bermain, dan membuat suasana menjadi menyenangkan. Tetapi kegembiraan tetap memiliki batas. Jangan sampai demi mengejar tawa sesaat, kita mengabaikan adab, kehormatan diri, dan tuntunan agama. Rasulullah ﷺ bersabda: «لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَا...

Ketika Kemesraan Tak Lagi Menjadi Privasi

Ketika Kemesraan Tak Lagi Menjadi Privasi Ada sebuah keresahan yang mungkin dirasakan banyak orang tua dan keluarga muslim ketika melihat pasangan muda-mudi yang telah menikah begitu sering memamerkan kemesraan di media sosial. Tentu, mencintai pasangan adalah hal yang indah. Menyayangi suami atau istri adalah bagian dari fitrah dan bahkan bisa bernilai ibadah ketika dilakukan dengan cara yang Allah ridai. Namun, apakah semua bentuk kemesraan harus dipertontonkan kepada publik? Bukankah ada hal-hal dalam rumah tangga yang justru menjadi semakin indah ketika disimpan sebagai rahasia antara suami dan istri? Media sosial hari ini membuat batas antara ruang pribadi dan ruang publik semakin tipis. Foto berpelukan, kata-kata romantis, panggilan sayang, hingga berbagai bentuk kemesraan dengan mudah dikonsumsi oleh ribuan bahkan jutaan pasang mata. Yang mengkhawatirkan bukan sekadar persoalan "boleh atau tidak boleh", tetapi apa dampaknya bagi hati, bagi pendidikan anak-anak, dan bag...